Grunge sebagai sebuah Genre atau jenis musik yang di lahirkan di Seattle di respon dan di sukai oleh banyak penggemar musik di Indonesia. Sejarah mencatat ada rilisan musisi Indonesia yang menelurkan album di medio 1994, Sebut saja PAS BAND yang dengan tegas dalam wawancara mereka menyatakan diri terinfluence Pearl Jam, Plastik juga muncul dengan karakter vokal bergaya Eddie Vedder dari Pearl Jam, Toiletsounds juga muncul ke permukaan yang terinspirasi oleh Nirvana, meskipun mereka tak ambil pusing dengan persoalan menyatakan diri sebagai band Grunge tapi mereka mengakui musiknya terinspirasi oleh barisan band yang besar di Seattle seperti PEARL JAM, dan NIRVANA.
Dan hari ini sudah 2012 mereka yang menyatakan diri masih memeluk genre GRUNGE malah menjadi-jadi membengkak dan menggelembung massanya. Banyak band Grunge bermunculan tak terhitung jumlahnya, album Kompilasi yang di gagas bersama di buat, Mini album dan rilisan penuh band Grunge bermunculan, acara Grunge di club/cafe kecil rajin di gelar, Group di Facebook sebagai forum online para penggemar musik Grunge juga di buat datang silih berganti, tercatat mereka berasal dari multi daerah di Indonesia.
Ada gejala apa ini?, sementara di Seattle sendiri Grunge sudah lunglai, Sempoyongan, dan Media musik Amerika juga sudah tidak seantusias mengabarkan sebuah gerakan Seattle sound seperti saat era 1990 ke dunia lewat tulisan nya, Band grunge di sana yang berkibar tegas masih wajah-wajah lama,nyaris tidak ada gejala second coming/kemunculan gerakan ke dua di sana, dan di Tanah bernama Indonesia Terminologi istilah Grunge sebagai genre dan jenis musik malah semakin di Imani, semakin di peluk, semakin betah untuk di huni. Dan gerombolan manusia yang berhati keras menyatakan diri mereka anak grunge makin terbentuk.
Lalu ada ide raksasa muncul, ada keinginan besar lahir dari para penggerak skena musik grunge Indonesia, apakah mungkin gerakan-gerakan atau movement grunge lokal Indonesia ini di buatkan wadah bersama, tempat bersama, acara bersama, pesta bersama yang sekalanya nasional?, Jawaban-nya MUNGKIN, dan pada 18 Februari 2012 di taman blok M Jakarta sebuah deklarasi bersama telah di lahirkan, segerombolan anak Grunge Indonesia ( Jabodetabek) berkumpul bersama untuk merumuskan acara bersama itu, lahirlah sebuah nama pemersatu itu bernama "rocKOTOR", yang pada perjalanan idenya acara itu akan menjadi INDONESIAN GRUNGE FESTIVAL.
1001 persoalan memang belum terpecahkan, tantangan dan hambatan yang berliku juga menghadang di depan mata, konsep acara bersama yang menyatukan itu juga gagasan nya masih berupa janin yang butuh suara bersama demi sempurnanya acara nanti. Yang perlu di catat, pada 18 Februari 2012, mereka yang keras hati ingin GRUNGE DI INDONESIA bersatu sudah menggoreskan sejarah, tahan dulu segala pertanyaan akan seperti apa nanti ritual dan perayaan rocKOTORfest akan berlangsung, 18 Februari 2012 itu telah melahirkan TEKAD BESAR, itu hal paling penting dan krusial yang sudah lahir akhirnya, TEKAD BERSAMA itu sudah di tanam dan di kumpulkan.
Agama Islam punya umat, kristen, hindu, budha-pun bertebaran umatnya, apa perayaan besar bersama mereka?, ada Lebaran, ada Natal, Ada Waisak ada Nyepi. Lalu apa perayaan besar umat Grunge Indonesia?, pertanyaan berlanjut, gedung apa yang sangat identik dengan Jakarta? banyak orang pasti menjawab Monas, Di sinilah pijakan dan motif besar kenapa banyak orang merasa acara bersama yang menyatukan semua anak GRUNGE itu segera di butuhkan untuk di ciptakan, rocKOTORfest akan jadi bangunan bersama anak Grunge Indonesia, akan jadi perayaan hari besar umat Grunge Indonesia. Dan RocKOTORfest akan menjadi identik tadi, akan menjadi identitas tadi, akan menjadi bangunan bersama tadi seperti MONAS, BOROBUDUR dan banyak bangunan yang sudah menyumbangkan identitasnya pada Indonesia.
Perayaan bersama itu nanti akan mencapai kata "KITA", rocKOTORfest adalah punya KITA, adalah milik KAMI. Bulan Desember 2012 akan menjadi target dan impian para penggagas acara, formulanya sedang di rumuskan bersama, mereka yang sepaham, mereka yang satu tujuan, mereka yang merasa resah ingin mewujudkan pesta pora bersama Grunge Nusantara mari berkumpul, mari bergabung, mari masuk ke dalam lingkaran, mari berserikat untuk merumuskan cita-cita besar ini agar terwujud, mari rapatkan barisan, Orang-orang yang bertekad besar itu sudah berkumpul.
Grunge Indonesia sedang kuat-kuatnya menancapkan bendera Grunge Indonesia, Sedang semangat membara membangun altar Grunge Indonesia, Banyak band potensial lahir, banyak penggemar musik grunge muncul, kami sepakat untuk menyatakan diri bahwa Seattle tempat lahirnya musik yang kami suka, tapi kami tidak berhenti di sana, kami ingin mencari identitas Grunge yang bukan Seattle, ingin tahu bentuknya, ingin tahu wajah identitas kami, bagaimana wujud penampakkan sosok Grunge yang Indonesia? kalian harus ikut hadir, datang dan menyaksikan pesta RocKOTORfest di bulan Desember 2012.
rocKOTORfest – gRUNGe sTRIKEs bACk Crew 2012







0 komentar:
Posting Komentar