Bukti bahwa GRUNGE sebagai sebuah genre yang disukai, dan Bukti bahwa Bandung punya barisan band yang mengusung musik Grunge, ditandai dengan hadirnya acara GRUNGY di tahun 1997, Grungy sendiri di ambil dari kata dasar GRUNGE. Jadi itu bukti sejarah, bahwa Bandung ambil bagian membuat pesta khusus untuk genre Grunge di akhir era 90-an. Tidak main-main, sekitar 32 Band Grunge meramaikan acara bersejarah itu. Bahkan warisan album kompilasi bagi band-band GRUNGE Bandung di labeli dengan istilah “Grunge”, dengan nama album “GRUNGE IS DEAD”, Bandung sekali lagi punya catatan sejarah GRUNGE yang sudah di goreskan jejaknya.
Pesta khusus bagi penghuni GRUNGY PEOPLE di Bandung yang wajib di catat oleh sejarah selain GRUNGY adalah “TOTAL GRUNGE”, di acara ini duta Grunge dari Jakarta TOILET SOUNDS akhirnya di undang untuk ikut meramaikan geliat musik Grunge yang sedang berdenyut kencang di tanah Pajajaran. Ini juga kisah sukses pesta Grunge di Bandung.
Meski sudah mulai di terpa trend musik yang mulai berubah haluan di era 2000, para penggerak komunitas Grunge, masih bersikeras untuk menggelar pesta Grunge dengan nama “GRUNGY PLUS”, bahkan acara ini memiliki suguhan berbeda karena ada pagelaran fashion show, Kenyataan juga harus di kabarkan, Pemandangan crowd saat itu tidak seramai dan padat seperti acara bersejarah di era ke emasan GRUNGY atau TOTAL GRUNGE.
Ya, sekarang 2012 Bandung punya catatan penting juga, yang wajib di kabarkan, paling tidak Koluni kelompok yang mengatas namakan komunitas Grunge tumbuh lebih banyak dan massanya meregenerasi. Acara-acara Grunge juga masih menunjukkan denyutnya, Katalog album dari band Grunge lokal Bandung juga bertambah, album kompilasi juga bermunculan dan di rilis ke publik. Ini bukti, Bandung belum kehilangan dan di tinggalkan para penyuka musik Grunge.
Kabar Gembiranya, 6 Komunitas GRUNGE sudah menyatakan diri berkumpul bersama untuk menyusun sama-sama pesta grunge yang akan di gelar di bawah bendera “ROCKOTORFEST BANDUNG 2012 : United of Grunge Community”. Mereka adalah komunitas PURNA, ISI, EASTORSICK, THUNGSING, WE ARE GRUNGE dan RaGRUNGYMento. Sejarah jugalah yang akan membuktikan, semeriah dan seganas apa nanti acaranya akan berlangsung. Minimal, silaturahmi antar komunitas sudah terjalin, sudah berkumpul, sudah satu barisan dan tujuan, semuanya tinggal aksi. Grunge di Tanah Pasundan, tanah Pajajaran ini benarkah masih dihuni para GRUNGY PEOPLE?, kami datang, kami orang-orang yang keras hati masih berada di GRUNGE sudah siap menggagas pesta besar bersama. Akankah sejarah legenda acara bernama GRUNGY akan terulang? Kami siap mengulangnya.







0 komentar:
Posting Komentar